Dalam beberapa tahun terakhir, dunia telah menyaksikan munculnya berbagai kelompok peretas yang menjadi berita utama karena serangan siber dan aktivitas ilegal mereka. Salah satu kelompok yang mendapatkan ketenaran adalah Laskar89, sebuah kolektif peretas Indonesia yang telah terlibat dalam sejumlah serangan siber tingkat tinggi. Namun siapa saja anggota Laskar89, dan apa yang mendorong mereka melakukan aktivitas jahatnya?
Laskar89 pertama kali mendapat perhatian pada tahun 2015 ketika mereka mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan siber terhadap situs web pemerintah di Indonesia. Anggota kelompok ini, yang diyakini merupakan warga negara Indonesia, telah dikaitkan dengan sejumlah serangan siber tingkat tinggi, termasuk peretasan situs web pemerintah, lembaga keuangan, dan media.
Serangan kelompok ini sering kali bermotif politik, dengan anggotanya menyatakan dukungan mereka terhadap berbagai tujuan dan ideologi politik. Selain motivasi politiknya, Laskar89 juga dikaitkan dengan aktivitas kejahatan dunia maya, seperti penipuan online dan pencurian identitas.
Meskipun melakukan kegiatan ilegal, Laskar89 telah mendapatkan pengikut di kalangan beberapa lapisan masyarakat Indonesia, dan banyak yang memandang kelompok ini sebagai simbol perlawanan terhadap korupsi dan penindasan pemerintah. Namun tindakan mereka juga menuai kritik dari pihak-pihak yang memandang mereka sebagai ancaman terhadap keamanan dan stabilitas nasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, pihak berwenang Indonesia telah meningkatkan upaya mereka untuk menindak penjahat dunia maya, termasuk anggota Laskar89. Pada tahun 2018, beberapa anggota kelompok tersebut ditangkap dan didakwa melakukan berbagai kejahatan dunia maya, termasuk peretasan dan penipuan. Penangkapan tersebut menandai pukulan telak terhadap kelompok tersebut, yang sebelumnya beroperasi dengan relatif impunitas.
Naik turunnya Laskar89 menjadi sebuah kisah peringatan tentang bahayanya terlibat dalam aktivitas siber ilegal. Meskipun kelompok ini mungkin memulai dengan niat baik, tindakan mereka pada akhirnya membawa kehancuran. Ketika pihak berwenang di seluruh dunia terus menindak penjahat dunia maya, jelas bahwa kelompok seperti Laskar89 tidak akan dapat beroperasi tanpa pengawasan dalam waktu lama.
Kesimpulannya, kisah Laskar89 menyoroti semakin besarnya ancaman yang ditimbulkan oleh kolektif hacker di era digital. Walaupun kelompok-kelompok ini mengaku berjuang demi suatu tujuan, tindakan mereka sering kali mengakibatkan kerugian bagi individu dan organisasi yang tidak bersalah. Ketika pemerintah dan lembaga penegak hukum berupaya memerangi kejahatan dunia maya, penting bagi setiap individu untuk waspada dan melindungi diri mereka dari potensi serangan dunia maya. Naik turunnya Laskar89 menjadi pengingat akan konsekuensi dari terlibat dalam aktivitas siber ilegal.
